
Pengertian Akuntansi: Tujuan, Fungsi, dan Manfaat dalam Bisnis
Banyak orang menganggap akuntansi hanya berkaitan dengan mencatat uang masuk dan uang keluar. Padahal, cakupan akuntansi jauh lebih luas dari itu.
Akuntansi membantu sebuah bisnis memahami apa yang sebenarnya terjadi pada kondisi keuangannya. Dari pencatatan transaksi sampai penyusunan laporan keuangan, setiap proses menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menilai kondisi usaha dan mengambil keputusan.
Lalu, apa sebenarnya pengertian akuntansi? Apa tujuan dan fungsinya, serta mengapa akuntansi penting bagi bisnis?
Apa Itu Akuntansi?
Secara sederhana, akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat, mengolah, dan menyajikan informasi mengenai transaksi serta kejadian ekonomi suatu entitas untuk membantu pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan.
Jadi, akuntansi bukan sekadar kegiatan mencatat transaksi.
Data transaksi yang awalnya berupa angka perlu diolah terlebih dahulu agar menjadi informasi yang dapat dipahami. Informasi tersebut kemudian disajikan melalui laporan keuangan dan berbagai laporan lain yang dibutuhkan.
Misalnya, sebuah usaha mencatat penjualan sebesar Rp100 juta dalam satu bulan. Angka Rp100 juta saja belum cukup untuk menggambarkan kondisi usaha.
Kita masih perlu mengetahui:
- Berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan penjualan tersebut?
- Berapa laba yang diperoleh?
- Berapa kas yang tersedia?
- Apakah usaha memiliki utang?
- Berapa aset yang dimiliki?
- Apakah kondisi keuangan usaha semakin baik atau justru menurun?
Di sinilah akuntansi berperan. Angka-angka dari transaksi diolah menjadi informasi yang memiliki arti.
Tujuan Akuntansi
Pada dasarnya, akuntansi bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang relevan dan dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
Beberapa tujuan akuntansi antara lain:
1. Mencatat transaksi secara sistematis
Setiap transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha perlu dicatat dengan cara yang teratur.
Contohnya adalah:
- penjualan barang atau jasa,
- pembelian persediaan,
- pembayaran gaji,
- pembayaran sewa,
- penerimaan kas,
- pembayaran utang,
- pembelian aset.
Pencatatan yang teratur membuat transaksi lebih mudah ditelusuri dan diolah pada tahap berikutnya.
2. Mengetahui kondisi keuangan
Akuntansi membantu pemilik atau pengelola usaha mengetahui posisi keuangan pada periode tertentu.
Dari pencatatan dan laporan keuangan, kita dapat melihat informasi seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.
Dengan begitu, kondisi keuangan bisnis tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah uang yang terlihat di rekening atau kas.
3. Mengetahui kinerja bisnis
Akuntansi juga membantu mengetahui apakah kegiatan usaha menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.
Misalnya, sebuah usaha memiliki penjualan yang tinggi. Sekilas kondisi tersebut terlihat bagus. Namun, jika biaya yang dikeluarkan juga sangat besar, keuntungan yang diperoleh bisa saja kecil.
Karena itu, angka penjualan saja tidak cukup untuk menilai kinerja sebuah bisnis.
4. Membantu pengambilan keputusan
Informasi akuntansi dapat menjadi dasar bagi pemilik dan manajemen dalam mengambil keputusan.
Contohnya:
- menentukan harga jual,
- mengendalikan biaya,
- membeli aset baru,
- menambah atau mengurangi persediaan,
- mencari tambahan modal,
- mengevaluasi suatu produk,
- atau menentukan apakah bisnis perlu melakukan ekspansi.
Keputusan yang didukung informasi keuangan tentu lebih terukur dibandingkan hanya mengandalkan perkiraan.
Fungsi Akuntansi
Dalam praktiknya, akuntansi memiliki beberapa fungsi penting dalam kegiatan bisnis.
1. Fungsi pencatatan
Fungsi yang paling dasar adalah mencatat transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha.
Pencatatan tersebut menjadi dasar untuk proses akuntansi berikutnya.
2. Fungsi pengelompokan
Transaksi yang sudah dicatat kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya.
Misalnya, transaksi yang berkaitan dengan kas, piutang, utang, pendapatan, atau beban akan masuk ke akun masing-masing.
Pengelompokan ini membuat data transaksi lebih terstruktur dan mudah dianalisis.
3. Fungsi pelaporan
Data yang telah dicatat dan dikelompokkan kemudian diolah menjadi laporan keuangan.
Laporan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi dan kinerja keuangan suatu entitas.
4. Fungsi informasi
Akuntansi menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh berbagai pihak.
Pemilik usaha dapat menggunakannya untuk mengevaluasi bisnis, sedangkan pihak lain seperti kreditur atau investor dapat menggunakannya sesuai kebutuhan mereka dalam menilai kondisi suatu entitas.
5. Fungsi pengendalian
Informasi akuntansi juga dapat membantu perusahaan mengawasi penggunaan sumber daya dan mengevaluasi apakah kegiatan usaha berjalan sesuai rencana.
Misalnya, jika biaya operasional meningkat cukup besar dibandingkan periode sebelumnya, perusahaan dapat menelusuri penyebabnya dan menentukan tindakan yang diperlukan.
Manfaat Akuntansi bagi Bisnis
Akuntansi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar. Usaha kecil pun dapat memperoleh manfaat dari pencatatan dan pengelolaan keuangan yang baik.
Berikut beberapa manfaat akuntansi dalam bisnis.
Mengetahui laba atau rugi
Dengan pencatatan yang benar, pemilik usaha dapat mengetahui hasil kegiatan bisnis selama periode tertentu.
Hal ini penting karena banyaknya uang yang masuk belum tentu berarti bisnis menghasilkan laba.
Mengetahui jumlah aset dan kewajiban
Akuntansi membantu mengetahui sumber daya yang dimiliki serta kewajiban yang harus dibayar.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan bisnis secara lebih menyeluruh.
Membantu mengontrol pengeluaran
Catatan keuangan dapat menunjukkan ke mana uang bisnis digunakan.
Dari sana, pemilik usaha dapat menemukan pengeluaran yang terlalu besar atau tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Membantu membuat perencanaan
Informasi dari periode sebelumnya dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk membuat rencana keuangan berikutnya.
Misalnya, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan kas, anggaran biaya, atau rencana pembelian aset.
Mempermudah penyusunan laporan keuangan
Pencatatan transaksi yang dilakukan secara teratur akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan pada akhir periode.
Sebaliknya, jika transaksi tidak dicatat dengan baik sejak awal, proses penyusunan laporan dapat menjadi jauh lebih sulit.
Siapa yang Membutuhkan Informasi Akuntansi?
Informasi akuntansi dapat digunakan oleh berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar bisnis.
Pemilik usaha
Pemilik membutuhkan informasi keuangan untuk mengetahui perkembangan bisnis dan mengevaluasi hasil usaha.
Manajemen
Manajemen menggunakan informasi akuntansi untuk melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan operasional maupun strategis.
Investor
Investor dapat membutuhkan informasi keuangan untuk membantu menilai kondisi dan kinerja suatu entitas sebelum mengambil keputusan investasi.
Kreditur
Kreditur atau pemberi pinjaman dapat menggunakan informasi keuangan untuk menilai kemampuan suatu entitas dalam memenuhi kewajibannya.
Pemerintah dan regulator
Informasi keuangan juga dapat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan administrasi, perpajakan, pengawasan, maupun regulasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Contoh Sederhana Penerapan Akuntansi
Agar lebih mudah dipahami, kita gunakan contoh sederhana.
Misalnya, sebuah usaha baru memiliki modal awal sebesar Rp10 juta.
Modal tersebut kemudian digunakan untuk membeli peralatan usaha sebesar Rp3 juta secara tunai.
Setelah transaksi tersebut terjadi, kondisi aset usaha menjadi:
- Kas: Rp7 juta
- Peralatan: Rp3 juta
- Total aset: Rp10 juta
Sementara itu, modal pemilik tetap sebesar Rp10 juta karena pembelian peralatan hanya mengubah bentuk aset dari kas menjadi peralatan.
Dari contoh sederhana ini kita bisa melihat bahwa akuntansi tidak hanya mencatat “uang keluar Rp3 juta”.
Akuntansi juga membantu menjelaskan ke mana uang tersebut berpindah dan bagaimana transaksi tersebut memengaruhi posisi keuangan bisnis.
Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin penting pula pencatatan yang sistematis agar kondisi keuangan tetap dapat dipahami.
Apa Perbedaan Akuntansi dan Pembukuan?
Akuntansi dan pembukuan sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda.
Pembukuan lebih berfokus pada kegiatan pencatatan transaksi keuangan.
Sementara itu, akuntansi memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari pencatatan, pengelompokan, pengolahan, penyajian, hingga penggunaan informasi keuangan untuk membantu pengambilan keputusan.
Dengan kata lain, pembukuan merupakan salah satu bagian dari proses akuntansi.
Kesimpulan
Akuntansi bukan sekadar kegiatan mencatat angka.
Akuntansi merupakan proses untuk mengubah berbagai transaksi dan kejadian ekonomi menjadi informasi keuangan yang dapat digunakan untuk memahami kondisi serta kinerja suatu bisnis.
Dengan akuntansi yang dilakukan secara baik, bisnis dapat lebih mudah mengetahui posisi keuangan, mengukur kinerja, mengendalikan pengeluaran, menyusun perencanaan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi.
Karena pada akhirnya, angka yang dicatat bukan hanya angka. Di baliknya ada kondisi, aktivitas, dan keputusan yang sedang berlangsung dalam sebuah bisnis.
Akuntansirone — Karena Angka Bukan Sekadar Angka.

